Makalah blm sistematis proses pi
PENGERTIAN BELAJAR, MENGAJAR, DAN PEMBELAJARAN
1. Pengertian Belajar
Para ahli mendefenisikan belajar dengan berbagai rumusan, sehingga
terdapat keragaman tentang makna belajar, diantaranya
Skinner, berpendapat yang dimaksud belajar adalah suatu perilaku
pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik, sebaiknya
bila ia tidak belajar maka responnya menurun.
Gagne merumuskan bahwa belajar merupakan kegiatan yang
kompleks, yaitu setelah belajar orang memiliki keterampilan,
pengetahuan, sikap dan nila.
c. Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa belajar adalah hakekat
perubahan yang terjadi dalam dirn sescorang setelah akhimya
melakukan akyivitas belajar, walaupun kenyataannya tidak semua
perubahan termasuk Kategori belajar.
Dari beberapa delenisi belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli
tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses
penguastiln sesuatu yang dipClajart dan senantasa tmerupakan perubahan
tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaan kegiatan, misalnya,
membuca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
Selanjutnya dalam persepektil agama slam belajar merupakan
kewajiban bagi setiap muslim dala rangka memperoleh imu
pengetahuan sehingga derajat kehidupannya meningkat. Hal ini sesuai
dengan firman Allah dalam Q.S AI Mujadalah: 11
a: Rincka Cipta, 1994), lh, 8
T
DIhyan
nior. (Jakarta: Rincka Cipta,
), h
###
Artintyd:
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
Berlapang-lapanglah dalam majlis, Maka lapangkaniah niscaya Allan
akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: Berdirilan
kamu'", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang dibert tlmu pengetanuan
beberapa derajat dan Allah Maha mengetanut apa yang Rattl
kerjakan.(Q.S AT Mujadalah:11)
Berdasarkan ayat tersebut dapat dipahami bahwa ilmu dalam hal
tentu saja berupa pengetahuan yang relevan dengan tuntunan zaman dan
dapat bermanfaat bagi Kehidupan orang Danyak..
Belajar memiliki tiga arti penting dalam Al Qur an, diantaranya
Orang yang belajar akan mendapatkan iimu yang dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yang di hadapinya di kehidupan di
dunia
Manusta dapat mengetahui dan memahami apa yang di lakukannya
karena Allah sangat membenci orang yang tidak memiliki
pengetahuan akan apa yang dilakukannya karena setiapa apa yang
diperbuat akan dimintai pertanggung jawabannya
a)
b)
c)Dengan ilmu yang dimilikinya mampu mengangkat derajat di mata
Allah
2. Pengertian Mengajar
Dalam masalah mengajar Juga terdlapat kergamian para anit
psikologi pendidikan dalam mendetenisikannya, antara lain:
iikan dan Pembebusan Dtiant PerNceRTO arat tn 4umu
Zamro
Yogyakarta: Ar Kuzz Media
2011), h. 8
###
a. H.M Arifin merumuskan mengajar adalah suatu kegiatan
penyampaian bahan pelajaran kepada pelajar agar dapat menerima,
menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.
Hasan Langgulung mendefenisikan mengajar adalah pemindahan
pengetahuan dari seseorang yang memounyai pengetahuan kepada
orang lain yang belum mengetahui.
C.Roestiyah NK menyatakan mengajar adalah bimbingan kepada anakk
dalam proses belajar.
d. Kamayulis merumuskan mengajar adalah upaya pemindahan
pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyal
pengetanuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui
pelajar) melalui suatu proses belajar, mengajar.
Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa mengajar dalah
Suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau Sistem ingkungan e yang
mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Jika
belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar adalah secbagai kegiatan guru.
Dalam pendidikan Islam pengetahuan yang dipindahkan diperoleh dari
dua sumber, sumber llahi dan sumber manusiawi. Kdua jenis pengetahuan ini
saling melengkapi dan pada hakikatnya keduanya berasal dari Allah yang
menciptakan manusia dan memberinya dengan berbagia potensi untuk bisa
memahami dan memperoleh pengetahuan yang datang langSung dan Allah
melalui wahyu-Nya.
Adapun pengetahuan yang berasal dari sumber manusiaWi adalah
pengetahuan yang dipelajari oleh manusia dan berbagai pengalaman
pribadinya dalam kehidupan, Juga usaha nya dalam menela ah dan
memecahkan berbagar masalah yang dihadapinya, melalur pendidikan dan
pengajaran.
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban slam, (Jakarta: Pustaka Al Husna,
1983), h
Ramayulis, Zimuu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kalam Mulia, 2015), h. 338
M. Usman Najati, dl Qur an dan limu Jwa, terjemahan Ahmad Ritai Usma (Bandung
Pustaka Setia, 1985), h. 169
###
Dalam melaksanakan tugas mengajar, gunu harus memiliki bekal
berbagai ilmu dasar, adanya beberapa keterampilan mengajar yang di dukung
oleh penguasaan materi pelajaran. LDengan demikian maka in akan manpu
mentranstormasikan pengetahuan maupun nilat-nilat pada peserta didik.
3. Pengertian Pembelajaran
Akhir-akhir ini muncul istilah baru yaitu pembelajaran. Terdapat
perbedaan pengertian antara pengajaran dan pembelajaran. Pengajaran
terpusat pada guru, sedangkan pembelajaran terpusat pada siswa.
Beberapa para ahli merumuskan pengertian permbelajaran,
diantaranya sebagai berikut:
a. Syaiful Sagala, Pembelajaran adalah membelajarkan siswa
menggunakan azaz pendidikan maupun teori belajr yang merupakan
penetu utama keberhasilan pendidikan pembelajaran yang merupakan
komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebaga
pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh siswa."
b. Corey, pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan 1a turut serta
dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon
ferhadap situasi tertentu.
C. Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur-unsur manustawI, material fasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang Saling mempengaruhi untuk mecapai tujuan
pembelajaran.
Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran
merupakan suatu proses yang komplcks, didalamnya mencakup proses
kegiatan belajar dan mengajar. Olch karena itu kualitas proses pembelajaran
termasuk Juga hasilnya sangat ditentukan oleh interaksi dalam proses
Purwidi Sumaryanto, Metode Pembelajaran discovery Learning dengan Pendekatan
Saintifik Pada Pembelajaran Matematika Zakat dan Farald, jurnal Pendidikan 1slam, Voume
2014 h 591
Julh 201
Syaiful Sagala, Komsep dan Makna Pemibelajiaran, (Bandung: Alfabcta, 2005). h. 6l
Tbid., h. t
Oemar Hamalik, ProNes Belajar Mengajar, (akarta: Bumi Aksara, 2011). h. 4
b
###
tersebut, meskipun kewenangannya peran guru/dosen akan lebih menonjol
bila dilihat dari sudut manajemen pembelajaran.
B. PENGERTIAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM
PENDIDIKAN ISLAM
Proses belajar mengajar secara sederhana dapat diartikan sebagai
kegiatan interaksi dan saling mempengarulhi antara pendidik dan peserta
didik, dengan fungsi utama pendidikan memberikan materi pelajaran atau
sesuatu yang mempengaruhi peserta didik, sedangkan peserta didik menerima
pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
F'engertian proses belajar mengajar dalam pendidikan 1slam dapat
dipahami dari beberapa ayat dibawah
Fiman Allah Q.S AI Alaq ayat 1-5:
Artimya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah
menciptakan niantES1a dart Segunipal daran, Bacalan, dan Tuhanmulan yang
Maha pemurah, yang mengqyar (maASta) dengan perantaran kalam, Dia
mengayar REpada matnsia apa yang ttaak dIketanumya. (Q.5 Al Alaq 1-5)
Dari ayat Al Qur 'an tersebut dapat diperoleh isyarat tentang kegiatan
belajar mengajar dengan berbagai komponen. Proses belajar mengajar
berlangsung dari nabi Muhammad SAW, melalui metode membaca (1qra)
Tuhan (melalui malaikat Jibrl) ingin agar nabi Muhammad SAW
membacakan agar segala sesuatu yang disampaikan oleh malaikat Jibril."
Dalam ayat lain Alah berfirman dalam Q.S Al Baqarah:31
Abudin Nata, lImu Pendidikan lslam, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2010), h. 159
###
Artinya
Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhya,
kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman
Sebutkaniah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar
orang-orang yang benar!"(Q.S Al Baqarah:31)
Dalam Q.S Al Baqarah:31 tersebut dapat dipahami bahwa proses
belajar mengajar berlangsung dari Tuhan (sebagai maha guru) kepada Adam
(sebagai mahasiswa). Adapun materi yang diajarkan pada proses belajar
mengajar tersebut berupa nama-nama segala sesuatu, dan nama-nama benda
seperti hukum-hukum alam yang terdapat di alam jagad raya, yang semuanya
itu sebagai bukti adanya narna-nama atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan.
Adapun metode yang digunakan adalah metode ta lim. yakni membernkan
pengertian, pemahaman, wawasan dan pencerahan tentang segala sesuatu
dalam rangka membentuk pola pikir.
Dalam pengertian yanglebih luas dan sistematik, proses belajar
mengajar adaĆah kegiatan yang melibatkan sejumlah komponen yaitu: visi
dan tujuan yang ingin dicapai, guru yang profesional dan siap mengajar,
peserta didik yang siap menerima pelajaranm pendekatan yang digunakan,
strategi yang akan diterapkan, metode yang akan dipilih, teknik dan taktik
yang akan digunakan."
Proses pembelajaran dalam pendidikan 1slam sebenamya sama dengan
proses pembelajaran pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah
bahwa dalam pendidikan Islam proses maupun hasil belajar tidak dapat
dipisahkan dengan keislaman, keislaman melandast aktivitas belajar.
Abudin Nata, 1bid, 143
###
Secara sistematis hakikat belajar dalam kerangka pendidikan Islam
dapat digambarkan sebagai berikut: keseluruhan proses pembelajaran
berpegang pada prinsip-prinsip Al Qur an dan Sunnah serta terbuka untuk
unsur-unsur luar yang dilihat dari persepsi keislaman.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan sebuah proses belajar mengajar
itu dapat dilihat sejauh mana proses tersebut mampu menumbuhkan,
membina, membentuk, dan meberdayakan segenap potensi yang dimiliki oleh
manusia, atau sejauh mana 1a mampu memberikan perubahan secara
Signifikan pada kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik peserta didik
1. Pengertian Belajar
Para ahli mendefenisikan belajar dengan berbagai rumusan, sehingga
terdapat keragaman tentang makna belajar, diantaranya
Skinner, berpendapat yang dimaksud belajar adalah suatu perilaku
pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik, sebaiknya
bila ia tidak belajar maka responnya menurun.
Gagne merumuskan bahwa belajar merupakan kegiatan yang
kompleks, yaitu setelah belajar orang memiliki keterampilan,
pengetahuan, sikap dan nila.
c. Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa belajar adalah hakekat
perubahan yang terjadi dalam dirn sescorang setelah akhimya
melakukan akyivitas belajar, walaupun kenyataannya tidak semua
perubahan termasuk Kategori belajar.
Dari beberapa delenisi belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli
tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses
penguastiln sesuatu yang dipClajart dan senantasa tmerupakan perubahan
tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaan kegiatan, misalnya,
membuca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
Selanjutnya dalam persepektil agama slam belajar merupakan
kewajiban bagi setiap muslim dala rangka memperoleh imu
pengetahuan sehingga derajat kehidupannya meningkat. Hal ini sesuai
dengan firman Allah dalam Q.S AI Mujadalah: 11
a: Rincka Cipta, 1994), lh, 8
T
DIhyan
nior. (Jakarta: Rincka Cipta,
), h
###
Artintyd:
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
Berlapang-lapanglah dalam majlis, Maka lapangkaniah niscaya Allan
akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: Berdirilan
kamu'", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang dibert tlmu pengetanuan
beberapa derajat dan Allah Maha mengetanut apa yang Rattl
kerjakan.(Q.S AT Mujadalah:11)
Berdasarkan ayat tersebut dapat dipahami bahwa ilmu dalam hal
tentu saja berupa pengetahuan yang relevan dengan tuntunan zaman dan
dapat bermanfaat bagi Kehidupan orang Danyak..
Belajar memiliki tiga arti penting dalam Al Qur an, diantaranya
Orang yang belajar akan mendapatkan iimu yang dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yang di hadapinya di kehidupan di
dunia
Manusta dapat mengetahui dan memahami apa yang di lakukannya
karena Allah sangat membenci orang yang tidak memiliki
pengetahuan akan apa yang dilakukannya karena setiapa apa yang
diperbuat akan dimintai pertanggung jawabannya
a)
b)
c)Dengan ilmu yang dimilikinya mampu mengangkat derajat di mata
Allah
2. Pengertian Mengajar
Dalam masalah mengajar Juga terdlapat kergamian para anit
psikologi pendidikan dalam mendetenisikannya, antara lain:
iikan dan Pembebusan Dtiant PerNceRTO arat tn 4umu
Zamro
Yogyakarta: Ar Kuzz Media
2011), h. 8
###
a. H.M Arifin merumuskan mengajar adalah suatu kegiatan
penyampaian bahan pelajaran kepada pelajar agar dapat menerima,
menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.
Hasan Langgulung mendefenisikan mengajar adalah pemindahan
pengetahuan dari seseorang yang memounyai pengetahuan kepada
orang lain yang belum mengetahui.
C.Roestiyah NK menyatakan mengajar adalah bimbingan kepada anakk
dalam proses belajar.
d. Kamayulis merumuskan mengajar adalah upaya pemindahan
pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyal
pengetanuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui
pelajar) melalui suatu proses belajar, mengajar.
Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa mengajar dalah
Suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau Sistem ingkungan e yang
mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Jika
belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar adalah secbagai kegiatan guru.
Dalam pendidikan Islam pengetahuan yang dipindahkan diperoleh dari
dua sumber, sumber llahi dan sumber manusiawi. Kdua jenis pengetahuan ini
saling melengkapi dan pada hakikatnya keduanya berasal dari Allah yang
menciptakan manusia dan memberinya dengan berbagia potensi untuk bisa
memahami dan memperoleh pengetahuan yang datang langSung dan Allah
melalui wahyu-Nya.
Adapun pengetahuan yang berasal dari sumber manusiaWi adalah
pengetahuan yang dipelajari oleh manusia dan berbagai pengalaman
pribadinya dalam kehidupan, Juga usaha nya dalam menela ah dan
memecahkan berbagar masalah yang dihadapinya, melalur pendidikan dan
pengajaran.
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban slam, (Jakarta: Pustaka Al Husna,
1983), h
Ramayulis, Zimuu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kalam Mulia, 2015), h. 338
M. Usman Najati, dl Qur an dan limu Jwa, terjemahan Ahmad Ritai Usma (Bandung
Pustaka Setia, 1985), h. 169
###
Dalam melaksanakan tugas mengajar, gunu harus memiliki bekal
berbagai ilmu dasar, adanya beberapa keterampilan mengajar yang di dukung
oleh penguasaan materi pelajaran. LDengan demikian maka in akan manpu
mentranstormasikan pengetahuan maupun nilat-nilat pada peserta didik.
3. Pengertian Pembelajaran
Akhir-akhir ini muncul istilah baru yaitu pembelajaran. Terdapat
perbedaan pengertian antara pengajaran dan pembelajaran. Pengajaran
terpusat pada guru, sedangkan pembelajaran terpusat pada siswa.
Beberapa para ahli merumuskan pengertian permbelajaran,
diantaranya sebagai berikut:
a. Syaiful Sagala, Pembelajaran adalah membelajarkan siswa
menggunakan azaz pendidikan maupun teori belajr yang merupakan
penetu utama keberhasilan pendidikan pembelajaran yang merupakan
komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebaga
pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh siswa."
b. Corey, pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan 1a turut serta
dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon
ferhadap situasi tertentu.
C. Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur-unsur manustawI, material fasilitas, perlengkapan dan
prosedur yang Saling mempengaruhi untuk mecapai tujuan
pembelajaran.
Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran
merupakan suatu proses yang komplcks, didalamnya mencakup proses
kegiatan belajar dan mengajar. Olch karena itu kualitas proses pembelajaran
termasuk Juga hasilnya sangat ditentukan oleh interaksi dalam proses
Purwidi Sumaryanto, Metode Pembelajaran discovery Learning dengan Pendekatan
Saintifik Pada Pembelajaran Matematika Zakat dan Farald, jurnal Pendidikan 1slam, Voume
2014 h 591
Julh 201
Syaiful Sagala, Komsep dan Makna Pemibelajiaran, (Bandung: Alfabcta, 2005). h. 6l
Tbid., h. t
Oemar Hamalik, ProNes Belajar Mengajar, (akarta: Bumi Aksara, 2011). h. 4
b
###
tersebut, meskipun kewenangannya peran guru/dosen akan lebih menonjol
bila dilihat dari sudut manajemen pembelajaran.
B. PENGERTIAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM
PENDIDIKAN ISLAM
Proses belajar mengajar secara sederhana dapat diartikan sebagai
kegiatan interaksi dan saling mempengarulhi antara pendidik dan peserta
didik, dengan fungsi utama pendidikan memberikan materi pelajaran atau
sesuatu yang mempengaruhi peserta didik, sedangkan peserta didik menerima
pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
F'engertian proses belajar mengajar dalam pendidikan 1slam dapat
dipahami dari beberapa ayat dibawah
Fiman Allah Q.S AI Alaq ayat 1-5:
Artimya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah
menciptakan niantES1a dart Segunipal daran, Bacalan, dan Tuhanmulan yang
Maha pemurah, yang mengqyar (maASta) dengan perantaran kalam, Dia
mengayar REpada matnsia apa yang ttaak dIketanumya. (Q.5 Al Alaq 1-5)
Dari ayat Al Qur 'an tersebut dapat diperoleh isyarat tentang kegiatan
belajar mengajar dengan berbagai komponen. Proses belajar mengajar
berlangsung dari nabi Muhammad SAW, melalui metode membaca (1qra)
Tuhan (melalui malaikat Jibrl) ingin agar nabi Muhammad SAW
membacakan agar segala sesuatu yang disampaikan oleh malaikat Jibril."
Dalam ayat lain Alah berfirman dalam Q.S Al Baqarah:31
Abudin Nata, lImu Pendidikan lslam, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2010), h. 159
###
Artinya
Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhya,
kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman
Sebutkaniah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar
orang-orang yang benar!"(Q.S Al Baqarah:31)
Dalam Q.S Al Baqarah:31 tersebut dapat dipahami bahwa proses
belajar mengajar berlangsung dari Tuhan (sebagai maha guru) kepada Adam
(sebagai mahasiswa). Adapun materi yang diajarkan pada proses belajar
mengajar tersebut berupa nama-nama segala sesuatu, dan nama-nama benda
seperti hukum-hukum alam yang terdapat di alam jagad raya, yang semuanya
itu sebagai bukti adanya narna-nama atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan.
Adapun metode yang digunakan adalah metode ta lim. yakni membernkan
pengertian, pemahaman, wawasan dan pencerahan tentang segala sesuatu
dalam rangka membentuk pola pikir.
Dalam pengertian yanglebih luas dan sistematik, proses belajar
mengajar adaĆah kegiatan yang melibatkan sejumlah komponen yaitu: visi
dan tujuan yang ingin dicapai, guru yang profesional dan siap mengajar,
peserta didik yang siap menerima pelajaranm pendekatan yang digunakan,
strategi yang akan diterapkan, metode yang akan dipilih, teknik dan taktik
yang akan digunakan."
Proses pembelajaran dalam pendidikan 1slam sebenamya sama dengan
proses pembelajaran pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah
bahwa dalam pendidikan Islam proses maupun hasil belajar tidak dapat
dipisahkan dengan keislaman, keislaman melandast aktivitas belajar.
Abudin Nata, 1bid, 143
###
Secara sistematis hakikat belajar dalam kerangka pendidikan Islam
dapat digambarkan sebagai berikut: keseluruhan proses pembelajaran
berpegang pada prinsip-prinsip Al Qur an dan Sunnah serta terbuka untuk
unsur-unsur luar yang dilihat dari persepsi keislaman.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan sebuah proses belajar mengajar
itu dapat dilihat sejauh mana proses tersebut mampu menumbuhkan,
membina, membentuk, dan meberdayakan segenap potensi yang dimiliki oleh
manusia, atau sejauh mana 1a mampu memberikan perubahan secara
Signifikan pada kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik peserta didik
Komentar
Posting Komentar