LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS MAKALAH


Diajukan untuk Memenuhi mata Kuliah
Metode Penelitian Pendidikan




Oleh:

ZAINAL MASRI
NIM : 1920010030


Dosen :
Dr. Hadeli, MA, M.Pd





PROGRAM STUDI  PENDIDIKAN  AGAMA  ISLAM  PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG
1441H/2019 M



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran sangat besar dalam  penelitian adalah landasan teori. Suatu landasan teori dari  suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah  sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka. Salah satu contoh karya tulis  yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset.  Melalui penelitian atau kajian teori  diperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat para ahli, kemudian dirumuskan  pada pendapat baru.  Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian  (kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi hasil  penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. Landasan teori ini perlu ditegakkan agar  penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error). Adanya landasan teoritis ini merupakan  ciri bahwa penelitian itu merupakan cara  ilimiah untuk mendapatkan data. 
Metode penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dipelajari. Dengan penguasaan metode penelitian yang mantap, di harapkan para peneliti dapat  menyertakan metode-metode penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.  Dalam makalah yang penulis buat ini akan disajikan mengenai Metode penelitian tersebut, yakni hl-hal yang berkaitan dengan   landasan teori, kerangka pikir dan hipotesis
Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan Tentang Landasan Teori
2.      Menjelaskan kerangka berfikir
3.     Menjelaskan hipotesis
Tujuan Penulisan
1.     Untuk Menjelaskan Tentang Landasan Teori
2.      Untuk Menjelaskan kerangka berfikir
3.     Untuk Menjelaskan hipotesis


BAB II
PEMBAHASAN
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS

Landasan Teori
Ladasan teori terdiri dari dua kata yaitu ladasan dan teori. Kamus besar bahasa Indonesia menejelaskan ladasan itu adalah alas atau tumpuan. Sedangkan teori diartikan sebagai pendapat yang di dasarkan pada penelitian dan penemuan yang didukungoleh data dan argumentasi.
Cooper & Schindler (2003) mengemukakan bahwa, a theory is a set of systematically interrelated concepts, definition, and proposition that are advanced to explain and predict phenomena fact). Teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
Analisis Penulis:
Dari defenisi tersebut perlu di garis bawahi bahwa sebuah teori harus terdiri dari proposisi atau pernyataan. Alasannya adalah sebuah teori harus mampu menjelaskan sebuah fenomena atau kejadian melalui pernyataan-pernyataan tersebut secara tegas dan terukur. Selanjutnya teori juga disebut seperangkat konsep, maksudnya adalah teori disusun atau dibangun dari ide-ide yang masih abstrak, yang nantinya akan didefenisikan menjadi variabel-variabel dan masing-masingnya memiliki indikator. Atau dapat dikatakan bahwa ide yang abstrak tersebut sekarang sudah  memiliki bentuk dan dapat diukur.
Selanjutnya Sitirahayu Haditono (1999), menyatakan bahwa suatu teori akan memperoleh arti yang penting, bila 1a lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan, dan meramalkan gejala yang ada.
Mark (1963), (dalam Sitirahayu Haditono, 1999) membedakan
adanya tiga macam teori. Ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain:
Teori yang deduktif: memberi keterangan yang dimulai dari suatu
perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.
Teori yang induktif: cara menerangkan adalah dari data ke arah
teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistik ini dijumpai pada kaum behaviorist.
Teori yang fungsional: di sini nampak suatu interaksi pengaruh
antara data dan perkiraan teonitis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Berdasarkan gpandangan ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagi berikut :
Teori menunjuk pada sekelompok hukum yang tersusun secara Logis. Hukum-hukum ini biasanya memiliki sifat hubungan yang deduktif. Suatu hukum menunjukkan suatu hubungan antara variabel-variabel empiris yang bersifat ajeg dan dapat diramal sebelumnya.
Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Di sini orang mulai dari data yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu datang suatu konsep yang teoritis (induktif).

Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan
yang menggeneralisasi. Di Sini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis.
Berdasarkan data tersebut di atas secara umum dapat ditarik kesim-
pulan bahwa, suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum.
Konseptualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan
yang sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya, bila tidak,
dia bukan suatu teori.
Kerangka Berfikir
Uma Sekaran dalam bukunya Business Research (1992) mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen.
Langkah-langkah dalam menyusun kerangka pemikiran yang selanjutnya membuahkan hipotesis adalah sebagai berikut:
Memantapkan variabel yang diteliti
Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berfikir untuk pengajuan hupotesis, maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Berapa jumlah variabel yang diteliti, dan apakah nama setiap variabel merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan.
 Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP)
Setelah variabel ditentukan, maka langkah berikutnya adalah membaca buku-buku dan hasil penelitian yang relevan. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks, ensiklopedia, dan kamus. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah, laporan penelitian, Journal ilmiah, Skripsi, Tesis, dan Disertasi.
Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP)
Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dikemukakan teori-teori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti, dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian tertentu.
Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Dalam analisis ini, peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan objek penelitian atau tidak.
Analisis Komparatif terhadap teori dan hasil penelitian
Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan yang lain, dan hasil penelitian satu dengan yang lain, sehingga peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan yang lain, atau mereduksi jika dipandang terlalu luas.
Sintesa / Kesimpulan
Selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berfikir.
 Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Kerangka berfikir asosiatif misalnya “Jika guru kompeten, maka hasil belajar akan tinggi”.
Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Bila kerangka berfikir berbunyi “Jika guru kompeten, maka hasil belajar akan tinggi” maka hipotesisnya berbunyi “ ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar.
Selanjutnya Uma Sekaran (1992) mengemukakan bahwa kerangka berfikir yang baik, memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      Variabel – variabel yang akan diteliti harus dijelaskan.
2.      Diskusi dalam kerangka berfikir harus dapat menjelaskan dan menunjukan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti, dan ada teori yang mendasari.
3.      Diskusi juga harus menunjukan  dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif, berbentuk simetris,kausal atau interaktif (Timbal balik)
4.      Kerangka berfikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (Paradigma penelitian), sehingga pihak lain dapat memahami kerangka pikir yang dikemukakan dalam penelitian.

Analisis Penulis:
Berdasarkan penjelasan yang telah di hidangkan menurut hemat penulis Kerangka berfikir digunakan sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diangkat. Sehingga tujuan penelitian tercapai dengan baik. Dengan kata lain landasan berfikir adalah serangkaian cara berfikir yang dibangun dari beberapa teori-teori dimana jenis dan kemiripan teori tersebut sangat bergantung kepada level teori itu sendiri.






Hipotesis
Kamus besar bahasa indonesia menjelaskan hipotesis adalah  sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat teori meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.


Hipotesis  adalah jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupa-kan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.

Analisis Penulis :
Hipotesis adalah jawaban sementara yang hendak di uji kebenarannya.
Perumusan hipotesis penelitian merupakan langkah ketiga dalam penelitian, setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka berfikir. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak setiap penelitian harus merumuskan hipotesis. Penelitian yang bersifat ekploratif dan deskriptif sering tidak perlu merumuskan hipotesis.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitan, dimana rumusan masalah peneliitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data.
Dalam hal ini, perlu dibedakan pengertian hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Hipotesis statistik itu ada bila penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak menggunakan sampel, maka tidak ada hipotesis statistik. Dalam suatu penelitian dapat terjadi ada hipotesis penelitian, tetapi tidak ada hipotesis statistik. Ingat bahwa, hipotesis itu berupa jawaban sementara terhadap rumusan masalah dan hipotesis yang akan diuji dinamakan hipotesis kerja. Sebagai lawannya adalah hipotesis nol (nihil), hipotesis kerja disusun berdasarkan teori yang dipandang handal, sedangkan hipotesis nol dirumuskan karena teori yang digunakan masih diragukan kehandalannya. Hipotesis kerja dinyatakan dalam kalimat positif dan hipotsis nol dinyaakan dalam kalimat negatif.
Contoh hipotesis penelitiannya
Kemampuan bahasa asing murid SLTA itu rendah (hipotesis deskriptif untuk popilasi, hipotesis ini sering tidak dirumuskan dalam penelitian sosial)
Contoh hipotesis penelitian yang mengandung hipotesis statistik :
Ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar dalam sampel dengan populasi. Prestasi belajar anak paling tinggi dengan nilai 6,5 (hipotesis deskriptif, sering tidak dirumuskan dalam penelitian).
Dalam Hipotesis statistik, yag diuji adalah hipotesis nol, hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan antara data sampel, dan data populasi. Yang diuji hipotesis nol karena peneliti tidak berharap ada perbedaan antara sampel populasi dan atau statistik dan parameter. Parameter adalah ukuran-ukuran yang berkenaan dengan populasi, dan statistik disini diartikan sebagai ukuran-ukuran yang berkenaan dengan sampel.




















BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah penulis hidangkan di atas kesimpulannya adalah:
 Landasan teori adalah Suatu pedoman atau konsep yang dapat digunakan untuk memecahkan atau sebagai solusi dari masalah yang diteliti.
Kerangka berfikir adalah serangkaian konsep dan kejelasan hubungan antar konsep tersebut yang dirumuskan oleh peneliti berdasarkan tinjauan teori yang disusun dan hasil penelitian terdahulu yang terkait
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitan, dimana rumusan masalah peneliitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan
Saran
Dilihat dari hasil pembahasan makalah yang telah penulis hidangkan ini, harapan penulis agar makalah ini bermanfaat sekali bagi pembaca terutama bagi guru sebagai  seorang pendidik. 


















DAFTAR PUSTAKA


Kamus Besar Bahasa Indonesia
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, Bandung: Alfabeta, 2018
Zainal, 09 Maret 2019, Tersedia Di Https://Ilmutidakbertepi.Blogspot.Com/2020/03/Pembahasan-Landasan-Teori-Kerangka_99.Html
Winarno, Metodologi Penelitian dalam Pendidikan Jasmani,  Malang : IKIP Malang, 2013
Mentari, 09 Maret 2019, Tersedia https://www.academia.edu/10659967/landasan_teori_kerangka_berfikir_dan_pengajuan_hipotesis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK PENGUJIAN RELIABILITAS TES HASIL BELAJAR