SEJARAH TASAUF
Dalam Mukadimah-nya, Ibn Al-Khaldun menulis, “Ilmu ini
(yakni tasawuf) salah satu ilmu syariat baru di dalam agama Islam. Sebenarnya, metode kaum ini (kaum sufi) telah ada sejak masa para
sahabat, tabiin dan ulama-ulama penerusnya, sebagai jalan kebenaran dan
petunjuk. Inti tasawuf adalah tekun beribadah, menjauhi kemewahan dan kegemerlapan duniawi,
meninggalkan kelezatan harta dan tahta dan mengasingkan diri dari manusia untuk
beribadah. Praktek ini populer di kalangan para sahabat dan ulama terdahulu. Ketika
tren mengejar dunia menyebar di abad kedua dan setelahnya, manusia mulai
tenggelam dalam kenikmatan duniawi, orang-orang yang menghususkan diri mereka
kepada ibadah disebut sufi.”
Ada sebagian orang bertanya, adakah istilah tasawuf pada
zaman Rasulullah Saw? Tentu jawabannya tidak ada. Sebab, penamaan cabang-cabang
ilmu syariat belum ada pada zaman Rasulullah Saw, tetapi praktek cabang-cabang
ilmu tersebut sudah ada sejak zamannya. Misalnya ilmu tafsir, penamaannya baru
populer setelah abad ke-2 H yang dipelopori oleh para penulis perdana dalam
cabang ilmu ini seperti, Syu’bah bin Hajjaj, Sufyan bin Uyainah dan Waki’ bin
Jarah, padahal praktek penafsiran sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw. Begitu juga ilmu tasawuf dan cabang-cabang ilmu syariat yang lain. (SUMBER : http://cahnurulhuda.blogspot.com/2012/10/makalah-tasawuf.html)
Komentar
Posting Komentar