PENDIDIKAN ISLAM MODERN : STUDI KRITIS TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ERA REFORMASI TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

Bangsa Indonesia telah mengalami berbagai bentuk praktek pendidikan: praktek pendidikan Hindu, pendidikan Budhis, pendidikan Islam, pendidikan zaman VOC, pendidikan kolonial Belanda, pendidikan zaman pendudukan Jepang, dan pendidikan zaman setelah kemerdekaan. Berbagai praktek pendidikan memiliki dasar filosofis dan tujuan yang berbeda-beda. Beberapa praktek pendidikan yang telah dilaksanakan oleh bangsa Indonesia adalah: pendidikan modern zaman kolonial Belanda, praktek pendidikan zaman kemerdekaan sampai pada tahun 1965, yang sering kita sebut sebagai orde lama, praktek pendidikan dalam masa pembangunan orde baru, dan praktek pendidikan di era formasi sekarang.[1] Pada masa orde lama ini, pendidikan berkembang dengan baik, karena adanya kesadaran pemimpin bangsa untuk memasukkan bangsa Indonesia.  
Setelah pemberontakan G 30 S/PKI berhasil di tumpas oleh ABRI dibantu rakyat tangal 1 Oktober 1965, rakyat Indonesia menginginkan supaya PKI dibubarkan. Kemudian tanggal 12 Maret 1966 PKI resmi dibubarkan. Dikarenakaan adanya dualisme kepemimpinan antara Soekarno dan Soeharto. Pada tanggal 23 Februari 1967, MPRS menyelenggarakan siding istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto  sebagai presiden RI. Dikeluarkan lah TAP MPRS No. XXXIII/1967 yang mencabut kekuasaan pemerintahan Negara dan menarik kembali mandat MPRS dari presiden Suekarno. Kemudian tanggal 12 maret 1967 Jendral Soeharto dilantik sebagai presiden Republik Indonesia. Preistiwa ini menandakan berakhirnya Orde Lama dan di mulainya Orde Baru
Selanjutnya Mengamati perjalanan sejarah pendidikan Islam pada masa penjajahan Belanda dan Jepang sungguh menarik dan memiliki proses yang amat panjang. Belanda yang menduduki Indonesia selama 3 ½ abad dan Jepang selama 3 1/ 2 tahun meninggalkan kesengsaraan, mental dan kondisi psikologis yang lemah. Dengan misi gold, glory dan gospelnya mereka mempengaruhi pemikiran dan iedeologi dengan doktrin-doktrin Barat.[2]
Lalu Bagaimanakah nasib Pendidikan Islam di Indonesia? Maka makalah yang penulis hidangkan ini membahas tentang bagaimana kebijakan pemerintah orde lama, orde baru, dan era reformasi terhadap pendidikan Islam.


.



























BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pendidikan Islam Pada Masa Orde Lama
Wiki Pedia ensiklopedia menjelaskan,  Orde Lama dalam sejarah politik Indonesia merujuk kepada masa pemerintahan Soekarno yang berlangsung dari tahun 1945 hingga 1965. Istilah ini tentu saja tidak digunakan pada saat itu, dan baru dicetuskan pada masa pemerintahan Soeharto yang disebut juga dengan Orde Baru.[3]
Pada awal kemerdekaan, pemerintah dan bangsa Indonesia mewarisi sistem pendidikan dan pengajaran yang dualisme, yaitu sistem pendidikan dan pengajaran pada sekolah-sekolah umum bercorak sekuler, tak mengenal ajaran agama, yang merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda dan sistem pendidikan dan pengajaran Islam yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Islam sendiri. Kedua sistem pendidikan tersebut sering dianggap saling bertentangan serta tumbuh dan berkembang secara terpisah satu sama lain.
Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP) mengusulkan “hendaknya diadakan satu macam sekolah untuk segala lapisan masyarakat atau mengintegrasikan kedua sistem pendidikan warisan budaya bangsa tersebut”, yaitu pemberian pengajaran agama secara teratur dan seksama di sekolah-sekolah yang bersifat sekuler dan netral terhadap agama serta bercorak kolonial. Sehingga menjadi sekolah-sekolah yang bersendi agama dan kebudayaan bangsa, sebagaimana dikehendaki oleh pendiri bangsa dan negara ini. Sedangkan pemberian tuntunan dan bantuan kepada madrasah dan pesantren-pesantren dimaksudkan agar lembaga pendidikan Islam mampu meningkatkan usaha dan peran sertanya sebagai alat pendidikan dan pencerdasan kehidupan bangsa serta mampu berkembang dan mengadakan pembaharuan secara terintegrasi dalam satu pendidikan nasional.[4]
Kenyataan yang demikian timbul karena kesadaran umat Islam yang dalam, setelah sekian lama terpuruk di bawah kekuasaan penjajah. Sebab pada zaman penjajahan Belanda pintu masuk pendidikan modern bagi umat Islam terbuka secara sangat sempit. Dalam hal ini, minimal ada dua hal yang menjadi penyebabnya, yaitu:
1.      Sikap dan kebijakan pemerintah kolonial yang amat deskriminatif terhadap kaum muslimin.
2.      Politik non kooperatif para ulama terhadap Belanda yang memfatwakan bahwa ikutserta dalam budaya Belanda, termasuk pendidikan modernnya, adalah suatu bentuk penyelewengan agama. Mereka berpegangan pada salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya “barang siapa menyerupai suatu golongan, maka ia termasuk ke dalam golongan itu”  hadis tersebut  melandasi sikap para ulama pada waktu itu.[5]
Analisa :
Disisi pendidikan penulis dapat jelaskan, Pada masa orde lama ini, pendidikan berkembang dengan cukup baik, karena adanya kesadaran pemimpin bangsa untuk memasukkan bangsa Indonesia sesuai amanah UUD 1945. meskipun praktek pendidikan zaman Indonesia merdeka sampai tahun 1965 bisa dikatakan banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Belanda. Praktek pendidikan zaman kolonial Belanda ditujukan untuk mengembangkan kemampuan penduduk pribumi secepat-cepatnya melalui pendidikan Barat.

B.     Pendidikan Islam Pada Masa Orde Baru
Pengertian Orde Baru adalah sebutan untuk masa pemerintahan presiden Soeharto di Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Masa orde baru (ORBA)  dimulai sejak tahun 1966 menggantikan orde lama yang merujuk pada era pemerintahan presiden Soekarno.
Sejak ditumpasnya peristiwa G30 S/PKI pada tanggal 30 Oktober 1965, bangsa Indonesia telah memasuki fase baru yang dinamakan Orde Baru.
Orde baru adalah :
1.      Sikap mental yang positif untuk menghentikan dan mengoreksi segala penyelewengan terhadap Pancasila dari UUD 1945.
2.      Memperjuangkan adanya masyarakat yang adil dan makmur, baik material dan spiritual melalui pembangunan.
3.      Sikap mental mengabdi kepada kepentingan rakyat dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Dengan demikian, orde baru bukan merupakan golongan tertentu, sebab orde baru bukan berupa penyelewengan fisik. Perubahan orde lama (sebelum 30 September 1965) ke orde baru berlangsung melalui kerja sama erat antara pihak ABRI atau tentara dan gerakan-gerakan pemuda yang disebut angkatan 1966. Para pemuda itu bergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Dalam KAMI yang memegang peranan penting khususnya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang amat kuat serta mempunyai hubungan yang tidak resmi dan organisasi Islam lainnya. Pada tahun 1966, mahasiswa memulai melakukan demonstrasi memprotes segala macam penyalahgunaan kekuasaan, harga yang meningkat dan korupsi yang merajalela. Protes itu berkembang dan berhulu protes terhadap Soekarno. Akhirnya pada tahun itu juga Soekarno didesak untuk menandatangani surat yang memerintahkan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan guna keselamatan dan stabilitas negara serta pemerintah.[6]
Dalam Pasal 4 TAP MPRS No.XXVII/MPRS/1966 tersebut selanjutnya disebutkan tentang isi pendidikan, di mana untuk mencapai dasar dan tujuan pendidikan, maka isi pendidikan adalah :
1.      Mempertinggi mental, moral, budi pekerti dan memperkuat keyakinan beragama.
2.      Mempertinggi kecerdasan dan ketrampilan
3.      Membina dan mengembangkan fisik yang kuat dan sehat.
Menurut UU Nomor 2 tahun 1989 tersebut, pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi pekerti luhur, memiliki ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dengan landasan demikian, sistem pendidikan nasional dilaksanakan secara swasta, menyeluruh dan terpadu. Semesta dalam arti terbuka bagi seluruh rakyat, dan berlaku di seluruh wilayah negara, menyeluruh dalam arti mencakup semua jalur. Jenjang dan jenis pendidikan, dan terpadu dalam arti adanya saling keterkaitan antara pendidikan nasional dengan seluruh usaha pembangunan nasional.
Pendidikan dan pengajaran agama islam di Iindonesia pada masa Orde Baru dilaksanakan di beberapa tempat/institute diantaranya:
1.      Pesantren klasik
Yaitu suatu lembaga pendidikan swasta yang metode pengajarannya bersifat pribadi, sebelumnya terbatas pada pengajaran keagamaan serta pelaksanaan ibadah, dan biasanya memiliki asrama
2.      Madrasah diniyah
Yaitu sekolah-sekolah yang memberikan pelajaran agama tambahan bagi siswa sekolah nasionalyang berusia 7 sampai 20 tahun dan umumnya dilaksanakan pada sore hari.
3.      Madrasah swasta
Yaitu pesantren yang memberikan pelajaran agama dan umum bagi siswanya
4.      Pendidikan teologi
Merupakan pendidikan agama tertinggi di universitas
5.      Madrasah iptida’iyah Negri (MIN)
Serupa dengan madrasah-madrasah swasta lainnya hanya saja namanya aja sih yang beda dikit soalnya dia ada negri-negrinya gitu.
6.      Sekolah umum yang mayoritas islam
Setelah diwajibkannya pendidikan agama oleh peerintah di setiap tingkat maka sekolah nasionalpun melaksanakan pengajaran agama islam akan tetapi jumlah pelajarannya jauh lebih sedikit dibandingkan madrasah.[7]

C.    Pendidikan Islam Pada Masa Reformasi
Program peningkatan mutu pendidikan yang ditargetkan oleh pemerintah Orde Baru akan mulai berlangsung pada Pelita VII terpaksa gagal, krisis ekonomi yang berlangsung sejak pertengahan Juli 1997 telah mengubah tatanan politik maupun ekonomi nasional. Secara politik, Orde Baru berakhir dan digantikan oleh rezim yang menamakan diri sebagai “Reformasi Pembangunan” meskipun demikian sebagian besar roh Orde Reformasi masih tetap berasal dari rezim Orde Baru, tapi ada sedikit perubahan, berupa adanya kebebasan pers dan multi partai.
Dalam bidang pendidikan kabinet reformasi hanya melanjutkan program wajib belajar 9 tahun yang sudah dimulai sejak tahun 1994 serta melakukan perbaikan sistem pendidikan agar lebih demokratis.[8]
Tugas jangka pendek Kabinet Reformasi yang paling pokok adalah bagaimana menjaga agar tingkat partisipasi pendidikan masyarakat tetap tinggi dan tidak banyak yang  mengalami putus sekolah.
Beberapa hal yang menyebabkan program pembangunan pemerintah dalam sektor pendidikan belum terpenuhi secara maksimal.
1.      Distribusi pembangunan sektor pendidikan kurang menyentuh lapisan sosial kelas bawah.
2.      Kecenderungan yang kuat pada wilayah pembangunan yang bersifat fisik material, sedangkan masalah-masalah kognitif spiritual belum mendapatkan pos yang strategis.
3.      Munculnya sektor industri yang membengkak, cukup menjadikan agenda yang serius bagi pendidikan Islam di Indonesia pada masa pembangunan ini.
4.      Perubahan-perubahan sosial yang berjalan tidak berurutan secara tertib, bahkan terkadang eksklusif dalam dialektik pembangunan sebagaimana tersebut di atas.[9]
Jadi Semua hal diatas adalah faktor penyebab dari tidak terpenuhinya beberapa maksud pemerintah dalam menjalankan pembangunan dalam sektor pendidikan agama khususnya bagi Islam. Semua itu sangat memprihatinkan apalagi jika dibiarkan begitu saja tanpa upaya retrospeksi atas kegagalan tersebut.
Yang harus disadari adalah lembaga pendidikan Islam adalah lembaga pendidikan Islam memiliki potensi yang sangat besar bagi jalannya pembangunan di negeri ini terlepas dari berbagai anggapan tentang pendidikan yang ada sekarang, harus diingat bahwa pendidikan Islam di Indonesia telah banyak melahirkan putera puteri bangsa yang berkualitas.






























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian makalah ini kesimpulannya adalah :
1.      Pada masa orde lama ini, pendidikan berkembang dengan baik, karena adanya kesadaran pemimpin bangsa untuk memasukkan bangsa Indonesia sesuai amanah UUD 1945. meskipun praktek pendidikan zaman Indonesia merdeka sampai tahun 1965 bisa dikatakan banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Belanda. Praktek pendidikan zaman kolonial Belanda ditujukan untuk mengembangkan kemampuan penduduk pribumi secepat-cepatnya melalui pendidikan Barat.
2.      Perkembangan pendidikan islam yang terjadi pada masa Orde Baru diantaranya yaitu:
a.       Pendidikan agama dipandang sebagai bagian yang tida terpisahkan dari system pendidikan nasional.
b.      Dilakukannya formalisasi dan strukturisasi madrasah.
c.       Pendidikan agama menjadi mata pelajaran disekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar sampai ke universitas-universitas negeri.
d.       Madrasah mendapat kesetaraan derajat dan materi dengan sekolah nasional yang setingkat.
e.        Lulusan madrasah dapat melanjutkan ke sekolah negri yang setingkat lebih tinggi
3.      Sejarah pendidikan pada masa Reformasai dimulai sejak berakhirnya masa orde Baru yang dipimpim oleh Soeharto. Lengsernya Soeharto dari kepresidenan pada tahun 1998 menjadi tonggak dimulainya pendidikan islam pada masa reformasi.
B.     Saran
Dilihat dari hasil pembahasan yang telah penulis hidangkan, harapan penulis kepada pembaca: Pembaca bertambah ilmu dan wawasanya.




DAFTAR PUSTAKA

23 November 2019, Anonim, Sistem Pendidikan Pada Masa Orde Lama, tersedia di : http://makalah-ibnu.blogspot.com/2009/12/ sistem-pendidikan-pada-masa-orde-lama.html.
Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta. 1986
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Surabaya: Pustaka Pelajar, 2003
H.A. Ridwan Saidi, Pemuda Islam dalam Dinamika Politik Bangsa 1925-1984, Jakarta: Rajawali, 1984
Habullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Lintas Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan, PT  Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995
27 November 2019, tersedia di http://wawanfathillah.blogspot.com/2018/05/makalah-pendidikan-islam-pada-masa-orde.html
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos, 1999
27 November 2019, tersedia di http://berbagi-makalah.blogspot.com/2011/02/sejarah-pendidikan-islam-pada-masa.html


[1] 23 november 2019, Anonim, Sistem Pendidikan Pada Masa Orde Lama, tersedia di : http://makalah-ibnu.blogspot.com/2009/12/ sistem-pendidikan-pada-masa-orde-lama.html.
[2] Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta. 1986, hlm. 134
[3] 27 November 2019, tersedia https://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Lama
[4] Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Surabaya: Pustaka Pelajar, 2003), hal. 83
[5] H.A. Ridwan Saidi, Pemuda Islam dalam Dinamika Politik Bangsa 1925-1984, (Jakarta: Rajawali, 1984), hal. 6.
[6] Habullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Lintas Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan, PT  Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995  h.87
[7] 27 November 2019, tersedia di http://wawanfathillah.blogspot.com/2018/05/makalah-pendidikan-islam-pada-masa-orde.html
[8] Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, (Jakarta: Logos, 1999) hlm. 103
[9] 27 November 2019, tersedia di http://berbagi-makalah.blogspot.com/2011/02/sejarah-pendidikan-islam-pada-masa.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK PENGUJIAN RELIABILITAS TES HASIL BELAJAR

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS MAKALAH