PROSES PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi mata Kuliah
Analisis Pengembangan Teori-teori Pendidikan Islam
Oleh:
ZAINAL MASRI
NIM : 1920010030
RAHMAT HIDAYAT
NIM : 1920010032
Dosen :
Dr. Hj.
Rosniati Hakim, M. Ag
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG
1441H/2019 M
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
merupakan dasar manusia untuk memulai hidup, sehingga menjadi komitmen bersama
bahwa pendidikan sangat mempunyai peran yang luhur dan agung. Sifat yang agung
ini ditunjukkan dari peran pendidikan yang dipahamai sebagai pemberian bekal
kepada peserta didik untuk menghadapi masa depannya. Dalam lagu kebangsaan
Indoneisia Raya salah satu lirik lagunya menekankan “bangunlah jiwanya,
bangunlah raganya” ini terbukti secara komsuntif pendidikan sangat dibutuhkan.
Dalam amanat UUD 1945 dikatakan bahwa
tujuann pendidikan itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan
merupakan proses untuk mendewasakan manusia atau kata lain pendidikan merupakan
untuk “memanusiakan manusia” Melalui pendidikan manusia dapat tumbuh dan
berkembang secara normal dan sempurna sehingga dapat melaksanakan tugasnya
sebagai manusia.
Pendidikan
dapat mengubah manusia dari tidak tahu menjadi tahu, dari perilaku buruk
menjadi tabiat yang baik, pendidikan mengubah semuanya. Begitu penting
Pendidikan dalam Islam, sehingga menjadi kewajiban perorangan. Pendidikan
membutuhkan suatu sistem agar tujuan mulia dari pendidikan itu tercapai. Dan
dalam makalah ini penulis akan
menjelaskan tentang Proses pendidikan itu.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Belajar, Mengajar, Dan Pembelajaran
2. Pengertian Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan Islam
C. Tujuan Pembahasan
1.
Untuk
menganalisis dan menjelaskan Pengertian
Belajar, Mengajar, Dan Pembelajaran
2.
Untuk
menganalisis dan menjelaskan Pengertian Proses Belajar Mengajar Dalam
Pendidikan Islam
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN BELAJAR, MENGAJAR, DAN PEMBELAJARAN
1. Pengertian Belajar
Para ahli mendefenisikan belajar
dengan berbagai rumusan, sehingga
terdapat keragaman tentang makna belajar, diantaranya :
terdapat keragaman tentang makna belajar, diantaranya :
a. Skinner, berpendapat yang dimaksud belajar adalah suatu perilaku pada
saat orang belajar maka responnya menjadi lebih baik, sebaliknya bila ia tidak belajar
maka responnya menurun. [1]
b. Gagne merumuskan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kompleks,
yaitu setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai.
c. Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa belajar adalah hakekat
perubahan yang terjadi dalam diri sescorang setelah akhimya
melakukan akyivitas belajar, walaupun kenyataannya tidak semua
perubahan termasuk Kategori belajar.[2]
perubahan yang terjadi dalam diri sescorang setelah akhimya
melakukan akyivitas belajar, walaupun kenyataannya tidak semua
perubahan termasuk Kategori belajar.[2]
Analisis
:
Beberapa pendapat para ahli di atas hemat penulis belajar adalah perubahan
ke arah yang lebih baik setelah menjalani proses, misalnya, membuca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
ke arah yang lebih baik setelah menjalani proses, misalnya, membuca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.
Selanjutnya dalam persepektif agama Islam, banyak sekali ayat-ayat
Alquran yang menyuruh manusia agar belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Kadang-kadang
Allah menggunakan perintah agar manusia membaca. Dengan kegiatan membaca akan
mengasilkan ilmu pengetahuan. Hal ini terlihat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.[3]
Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim dalam rangka
memperoleh imu pengetahuan sehingga derajat kehidupannya meningkat. Hal ini
sesuai dengan Firman Allah dalam Q.S AI Mujadalah: 11.[4]
Artinya:
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S AT Mujadalah:11)
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S AT Mujadalah:11)
Ayat ini dapat dijadikan dasar bahwa menuntut ilmu pengetahuan itu
sangat penting dalam kehidupan manusia terutama bagi orang yang beriman. Karena
salah satu yang bisa mengangkat derajat manusia itu kearah yang lebih baik
adalah dengan ilmu. Tanpa ilmu pengetahuan manusia tidak akan dapat
melaksanakan aktivitasnya dengan baik. Apabila orang mengaku beriman tapi tidak
mau mencari ilmu dan belajar maka ia dipandang telah melakukan pelanggaran
yaitu tidak mengindahkan perintah Allah dan Rasul Nya.
Belajar memiliki tiga arti penting
dalam Al Qur an, diantaranya :
a.
Orang
yang belajar akan mendapatkan iimu yang dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yang di hadapinya di kehidupan di
dunia
untuk memecahkan masalah yang di hadapinya di kehidupan di
dunia
b.
Manusia
dapat mengetahui dan memahami apa yang di lakukannya
karena Allah sangat membenci orang yang tidak memiliki
pengetahuan akan apa yang dilakukannya karena setiapa apa yang
diperbuat akan dimintai pertanggung jawabannya
karena Allah sangat membenci orang yang tidak memiliki
pengetahuan akan apa yang dilakukannya karena setiapa apa yang
diperbuat akan dimintai pertanggung jawabannya
c.
Dengan
ilmu yang dimilikinya mampu mengangkat derajat di mata Allah.[5]
2. Pengertian Mengajar
Dalam masalah
mengajar Juga terdapat kergamian para ahli psikologi pendidikan dalam
mendefenisikannya, antara lain:
a. H.M Arifin merumuskan mengajar adalah suatu kegiatan penyampaian
bahan pelajaran kepada pelajar agar dapat menerima,
menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.
menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.
b. Hasan Langgulung mendefenisikan mengajar adalah pemindahan
pengetahuan dari seseorang yang memounyai pengetahuan kepada
orang lain yang belum mengetahui.[6]
pengetahuan dari seseorang yang memounyai pengetahuan kepada
orang lain yang belum mengetahui.[6]
c. Roestiyah NK menyatakan
mengajar adalah bimbingan kepada anakk dalam proses belajar.
d. Ramayulis merumuskan mengajar adalah upaya pemindahan
pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai
pengetanuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui pelajar) melalui suatu proses belajar, mengajar. [7]
pengetahuan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai
pengetanuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui pelajar) melalui suatu proses belajar, mengajar. [7]
Beberapa defenisi di atas penulis dapat jelaskan, mengajar adalah
Suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau Sistem ingkungan yang
mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Jika
belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar adalah secbagai kegiatan guru.
Suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau Sistem ingkungan yang
mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Jika
belajar dikatakan milik siswa, maka mengajar adalah secbagai kegiatan guru.
Dalam pendidikan Islam pengetahuan yang dipindahkan diperoleh dari
dua sumber, sumber llahi dan sumber manusiawi. Kedua jenis pengetahuan ini
saling melengkapi dan pada hakikatnya keduanya berasal dari Allah yang
menciptakan manusia dan memberinya dengan berbagaa potensi untuk bisa
memahami dan memperoleh pengetahuan yang datang langsung dari Allah
melalui wahyu-Nya. Adapun pengetahuan yang berasal dari sumber manusiawi adalah pengetahuan yang dipelajari oleh manusia dan berbagai pengalaman
pribadinya dalam kehidupan, Juga usahanya dalam menelaah dan
memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya, melalui pendidikan dan
pengajaran.[8]
dua sumber, sumber llahi dan sumber manusiawi. Kedua jenis pengetahuan ini
saling melengkapi dan pada hakikatnya keduanya berasal dari Allah yang
menciptakan manusia dan memberinya dengan berbagaa potensi untuk bisa
memahami dan memperoleh pengetahuan yang datang langsung dari Allah
melalui wahyu-Nya. Adapun pengetahuan yang berasal dari sumber manusiawi adalah pengetahuan yang dipelajari oleh manusia dan berbagai pengalaman
pribadinya dalam kehidupan, Juga usahanya dalam menelaah dan
memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya, melalui pendidikan dan
pengajaran.[8]
Jadi, Dalam melaksanakan tugas mengajar, gunu harus memiliki bekal berbagai
ilmu dasar, adanya beberapa keterampilan mengajar yang di dukung
oleh penguasaan materi pelajaran. Dengan demikian maka ini akan manpu
mentranstormasikan pengetahuan maupun nilat-nilat pada peserta didik.
oleh penguasaan materi pelajaran. Dengan demikian maka ini akan manpu
mentranstormasikan pengetahuan maupun nilat-nilat pada peserta didik.
3. Pengertian Pembelajaran
Akhir-akhir ini muncul istilah baru
yaitu pembelajaran. Terdapat perbedaan pengertian antara pengajaran dan
pembelajaran. Pengajaran terpusat pada guru, sedangkan pembelajaran terpusat
pada siswa.
Beberapa para ahli merumuskan
pengertian permbelajaran, diantaranya sebagai berikut:
a.
Syaiful
Sagala, Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan azaz pendidikan maupun
teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan pembelajaran
yang merupakan komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebaga pendidik,
sedangkan belajar dilakukan oleh siswa."
b.
Corey,
pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja
dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam kondisi
khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.[9]
Dengan demikian, dapat penulis jelaskan bahwa pembelajaran
merupakan suatu proses yang kompleks, didalamnya mencakup proses
kegiatan belajar dan mengajar. Oleh karena itu kualitas proses pembelajaran
termasuk Juga hasilnya sangat ditentukan oleh interaksi dalam proses.
merupakan suatu proses yang kompleks, didalamnya mencakup proses
kegiatan belajar dan mengajar. Oleh karena itu kualitas proses pembelajaran
termasuk Juga hasilnya sangat ditentukan oleh interaksi dalam proses.
B.
PENGERTIAN
PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Proses belajar mengajar adalah
interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antar
sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung unsur
saling memberi dansaling menerima. Dalam setiap interaksi belajar mengajar
ditandai sejumlah unsur :
1.
Tujuan
yang hendak dicapai
2.
Siswa
dan guru
3.
Bahan
pelajaran
4.
Metode
yang digunakan
5.
Penilaian.
Analisis :
Proses belajar mengajar secara sederhana dapat dijelaskan sebagai kegiatan
interaksi dan saling mempengarulhi antara pendidik dan peserta
didik, agar tujuan pendidikan bisa tercapai.
didik, agar tujuan pendidikan bisa tercapai.
Adapun Pengertian proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam dapat
dipahami dari ayat dibawah:
Artinya : Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda)
seluruhya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu Allah berfirman
Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"(Q.S Al Baqarah:31)
Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"(Q.S Al Baqarah:31)
Dalam Q.S Al Baqarah:31 tersebut dapat dijelaskan bahwa proses belajar
mengajar berlangsung dari Tuhan (sebagai maha guru) kepada Adam
(sebagai mahasiswa). Adapun materi yang diajarkan pada proses belajar
mengajar tersebut berupa nama-nama segala sesuatu, dan nama-nama benda
seperti hukum-hukum alam yang terdapat di alam jagad raya, yang semuanya
itu sebagai bukti adanya narna-nama atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan.
Adapun metode yang digunakan adalah metode tanya jawab. yakni penyampaian pelajaran dengan cara guru bertanya murid menjawab.
(sebagai mahasiswa). Adapun materi yang diajarkan pada proses belajar
mengajar tersebut berupa nama-nama segala sesuatu, dan nama-nama benda
seperti hukum-hukum alam yang terdapat di alam jagad raya, yang semuanya
itu sebagai bukti adanya narna-nama atau tanda-tanda kekuasaan Tuhan.
Adapun metode yang digunakan adalah metode tanya jawab. yakni penyampaian pelajaran dengan cara guru bertanya murid menjawab.
DAFTAR
PUSTAKA
Dinyati,
Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta, 1994
Saiful
Bahri Jamarah, Strategi Belajar Mengajar , Jakarta, Rineka Cipta, 2002
Zamroni,
Pendidikan dan Pembebasan dalam Perspektif Barat Dan Timur, Yogyakarta, Ar Kuzz Media 2011
Hasan
Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, Jakarta, Pustaka Al Husna,
1983
1983
Ramayulis,
Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Kalam Mulia, 2015
M.
Usman Najati, Al Qur an dan limu Jiwa, terjemahan Ahmad Ritai Usma , Bandung,
Pustaka Setia, 1985
Pustaka Setia, 1985
Syaiful
Sagala, Komsep dan Makna Pemibelajiaran, Bandung, Alfabeta, 2005
[1] Dinyati, Belajar
dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1994), h. 8
[2] Saiful Bahri
Jamarah, Strategi Belajar Mengajar , (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h.
44
[3] Qs. Al-Alaq
Ayat 1-5
[4]
Q.S AI
Mujadalah ayat 11
[5]
Zamroni, Pendidikan
dan Pembebasan dalam Perspektif Barat Dan Timur, (Yogyakarta: Ar Kuzz Media 2011), h. 82
[6] Hasan
Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, (Jakarta: Pustaka Al Husna,
1983), h. 3
1983), h. 3
[7]
Ramayulis, Ilmu
Pendidikan Islam. (Jakarta: Kalam Mulia, 2015), h. 338
[8]
M. Usman
Najati, Al Qur an dan limu Jiwa, terjemahan Ahmad Ritai Usma , (Bandung
Pustaka Setia, 1985), h. 169
Pustaka Setia, 1985), h. 169
[9] Syaiful
Sagala, Komsep dan Makna Pemibelajiaran, (Bandung: Alfabeta, 2005). h.
6l
Komentar
Posting Komentar