SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
KATA PENGANTAR
Puji Syukur atas kehadirat Allah Swt yang telah memberikan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah metodologi Penelitian ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan atas junjungan umat yakni Rasulullah Muhammad Saw yang tiada jenuhnya mengajarkan kebaikan kepada umatnya.
Penulis sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam pembuatan makalah ini, serta dosen pembimbing pada mata kuliah ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat hendaknya bagi kita semua, terutama bagi penuls sendiri. Akhir kata penulis ucapkan termakasih.
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar isi
Kata Pengantar
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.........................................................................................................4
Rumusan Masalah....................................................................................................4
Tujuan Masalah........................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
Skala Pengukururan dan instrumen penelitian
Jenis – jenis Skala pengukuran................................................................................5
Instrumen Penelitian ...............................................................................................9
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................................12
Saran.............................................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam menyikapi berbagai keilmuan, penelitian merupakan petunjuk utama penyelesain masalah. Awal dari sebuah penelitian adalah adanya sebuah problem (masalah). Masalah ilmu sosial dan ilmu pendidikan sangat kompleks, semenjak adanya dunia sampai sekarang tidak pernah lepas dari yang namanya masalah, untuk mencari solusi (jalan keluar) masalah, dengan demikian diperlukan penelitian secara logis, sistimatis, dan empiris, sebagai pencerahan untuk mengetahui kebenaran ilmiah.
Tahapan yang sangat penting dalam proses penelitian ilmiah adalah menyusun alat ukur (instrumen) penelitian sebagai pedoman untuk mengukur variabel- variabel penelitian. Alat ukur tersebut harus valid dan reliabel. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data penelitian.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja Jenis-Jenis skala pengukuran ?
2. Bagaimana penyusunan instrumen penelitian ?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Jenis-Jenis skala pengukuran
2. Untuk mengetahui penyusunan instrumen penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
JENIS – JENIS SKALA PENGUKURAN
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantatif.
Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menilai dan membi ukur.edakan sesuatu obyek yang d Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat ema, dibuat dengan Skala mg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg bila digunakan untuk mengukur, meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantitatif panjang dengan satuan mm.
Dari pengertian diatas dapat didefinisikan bahwa Skala pengukuran adalah suatu kegiatan untuk menentukan panjang pendeknya interval dalam alat ukur.
Jenis – Jenis Skala Pengukuran
Adapun Jenis- Jenis Skala Pengukuran yaitu sebagai berikut:
Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristk dengan karakteristik lainnya. Skala nominal memberikan suatu sistem kualitatif untuk mengkategorikan orang atau objek ke dalam kategori, kelas atau klasifikasi.
Contoh: jenis kelamin merupakan contoh skala nominal yang menandai seseorang, yakni laki-laki atau perempuan.
Adapun ciri-ciri dari skala nominal, yaitu:
a). Kategori data bersifat mutually exclusive (saling memisah).
b).Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis dan hasil perhitungan tidak ditemui bilangan pecahan, angka yang tertera hanya lebel semata. Tidak mempunyai ukuran baru, dan tidak mempunyai nol mutlak.
Contoh : Jenis Kulit : 1) Hitam, 2) Putih, 3) Kuning.
Angka 1,2,3 hanya sebagai label saja.
Skala Ordinal
Skala Ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Skala nominal digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah ke tertinggi atau sebaliknya. Skala ini tidak memberikan nilai absolute terhadap objek, tetapi hanya memberikan urutan (rangking) saja.
Adapun ciri-ciri dari skala ordinal, yaitu:
a) Kategori data saling memisah.
b) Kategori data memiliki aturan yang logis.
c) Kategori data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
Contoh: urutan siswa di dalam kelas berdasarkan tinggi badan, mulai dari paling tinggi hinge rendah, siswa dengan badan tertinggi diberi urutan ke- 1, kemudian di bawahnya diberi urutan ke- 2 dan seterusnya.
Skala Interval
Skala Interval dapat memberikan informasi yang lebih dibandingkan dengan skala nominal dan skala ordinal. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang dapat dipergunakan dalam operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistic parametric.
Contoh: Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan. Misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1, 3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.
Skala Rasio
Skala Rasio pada dasarnya, memiliki sifat seperti skala interval, tetapi skala ini memiliki nol mutlak yang dapat menunjukkan ketiadaan karakteristik yang diukur. Panjang, kecepatan dan berat merupakan contoh skala rasio. Melalui skala ini kita dapat menginterpretasikan perbandingan antar skor.
Contoh: a) tinggi pohon 20 m adalah dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pohon yang tingginya 10 m, kendaraan yang melaju dengan kecepatan 60 km/jam adalah dua kali lebih cepat dibanding kendaraan dengan kecepatan 30 km/ jam.
b) Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.
Selanjutnya ada Skala sikap, berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Pendidikan dan sosial antara lain adalah :
Skala Likert
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan prsepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena atau gejala sosial yang terjadi. Hal ini sudah sepesifik dijelaskann oleh peneliti. Yang selanjutnya disebut sebagai variable penelitian. Kemudian dijabarkan melalui dimensi-dimensi menjadi sub-variabel, kemudian menjadi indicator yang dapat dijadikan tolak ukur untuk menyusun item-item pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian. Instrumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk Cheklist ataupun pilihan ganda.
Skala guttuman
Skala guttaman menggunakan dua jawaban yang tegas dan konsisten, yaitu ya-tidak, postif-negatif, tinggi-rendah, yakin-tidak yakin, setuju-tidak setuju, dll.
Semantic defentrial
Skala differensial digunakan untuk mengatur sikap perbedaan simantik, responden untuk menjawab pernyataan dalam satu garis kontinum yang bertentangan yaitu positif negative. Data yang diperoleh biasanya data interval yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang atau kelompok (Iskandar, 2009:84) .
Skala ini berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub), seperti : panas-dingin, baik-buruk, dll. Karakteristik bipolar mempunyai tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek :
a) Potensi, yaitu kekuatan atau atraksi fisik satu objek
b) Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak.
c) Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan satu objek
d. Rating scale
Berdasarkan ketiga skala semua data yang diproleh adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Sedangkan rating scale adalah data mentah yang didapar berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam model rating scale responden tidak akan menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia, tapi menjawab dari jawaban kuantitatif, dengan demikian raing scale lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja.
Dari penjelasan diatas dapa kita simpulkan bahwa skala sikap digunakan hanya untuk mengukur sikap yang terdiri dari lima jenis yaitu skala likert, guttman, deferential, Scale.
INSTRUMEN PENELITIAN
Dalam penelitian bidang pendidikan, teknik pengumpulan data yang lazim adalah menggunakan intrumen. Dalam menjalankan penelitian data merupakan tujuan utama yang hendak dikumpulkan dengan menggunakan instrument. Instrumen penelitian adalah nafas dari penelitian. Menurut (Arikunto, 1995;177) ‘’instrumen penelitian adalah sesuatu yang penting dan strategis kedudukannya dalam pelaksanaan penelitian.’’
Keadaan-keadaan telah mendorong upaya-upaya pakar untuk membuat prosudur dan alata yang dapat digunakan guna mengungkap kenyataan-kenyataan (data) yang dapat diajdikan dasar dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu instrument penelitian menempeti kedudukan penting dalam sebuah penelitian, hal ini tidak lain karean keberhasilah sebuah penelitian dipengaruhi pula oleh instrument yang dipergunakan.
Kualitas data sangat menetukan kualitas penelitian. Kualitas data tergantung pada kualitas alat (instrumen) yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pada dasarnya terdapat dua kategori instrument yang digunakan dalam penelitian, yakni :
instrument digunakan untuk memproleh informasi atau data tentang keadaan objek atau proses yang diteliti.
Instrumen digunakan untuk mengontrol objek atau proses yang diteliti.
Data kondisi objek atau spesifikasi proses yang diukur dapat diulang dengan menggunakan dua instrument tersebut.
Dalam suatu penelitian kuantitatif (adanya jarak antara subjek dan objek) yang bersifat verifikasi hipotesis, instrument penelitian merupakan alat yang dipakai untuk menjembatani antara subjek dan objek (secara subtansial antara hal-hal teoritis dan empiris, antara konsep dan data).
Teknik pengumpulan data yang lazim digunakan adalah menggunakan adalah instrumen yang sempurna, wawancara, observasi, dokumentasi, sperti pada table di bawah ini.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa instrumen peneliyian sangat penting bagi sebuah penelitian, agar kita bisa mendapat data-data dari apa yang kita teliti. Selanjutnya ada beberapa hal untuk dapat menyusun instrumen.
Beberapa hal yang penting dalam menyusun istrumen
Menurut (Nana Sudjana), dalam penyusunan instrument penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Masalah dan variable yang diteliti termasuk indicator variable harus jelas sehingga dapat dengan mudah menetapkan jenis istrumrn yang digunakan.
Sumber data/ informasi, baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu, sebagai bahan dasar dalam menentukan isi, bahasa, sistimatika item dalam instrument penelitian.
Keterandalan dalam instrument itu sendiri sebagai alat pengumpulan data, objekvitas, dll.
Jenis data yang diharapkan dari pengguna instrumen harus jelas. Sehingga peneliti dapat menetukan gaya analisis dan pemecahan masalah penelitian.
Mudah dan praktis digunakan akan tetapi dapat menghasilkan data yang diperlukan.
a.Sarana instrument penelitian
Angket, angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan pada orang lain dengan tujuan agar orang yang diberi bersedia memberikan respon yang sesuai. Angket dibedakan menjadi tiga yaitu :
Angket terbuka, adalah angket yang disajikan dalam bentuk isian. Tentunya disertai dengan pertanyaan.
angket tertutup, adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana, yang mana responden tinggal membri tanda centang pada kolom yang disediakan terhadapa jawaban yang sesuai dengannya. Biasanya dalam bentuk multipelchoise.
Campuran, Disamping dari kedua ini ada combinasi dari dua jenis angket di atas.
b.Daftar cocok (Checlist)
Ini hampir sama dengan angket tertutp, karena hanya tinggal member tanda pada tes yang diberikan terhadap jawaban keadaan kita. Bedanya dengan angket, checklist dibuat sedikit lebih sederhana.
c.Skala
Skala menunjuk pada sebuah instrument pengumpul data yang bentuknya sperti daftar cocok tapi alternative yang disediakan merupakan sesuati yang berjenjang. Skala banyak digunakan untuk mengukur aspek-aspek kpribadian atau kejiwaan.
D.Jenis instrument penelitian
Tes. Yaitu suatu alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban, baik secara tertulis maupun lisan. Sehingga dapat mengetahui kemampuan individu yang bersangkutan.
Kuesioner. Instrument penelitian dalam bentuk pertanyaan yang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan pendapat, aspirasi, prespsi, keinginan, keyakinan, dll secara tertulis. Dan apabila dilakuakan dengan menggunakan lisan maka disebut wawancara. Untuk lebik baiknya ini digabungkan, antara liasan dan tilisan untuk memperkuat data.
Sekala. Merupakan alat untuk mengukur nilai/keyakinan, sikap dan hal-hal yang berkaitan dengan personological.
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa ada banyak cara untuk menyusun instrumen, namun kita bisa memilih instrumen yang mana yang cocok digunakan dalam penelitian kita.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam proses penelitian, tentu saja hal yang paling penting adalah apa yang diteliti. Maka ketika kita ingin mengumpulkan data dari apa yang kita teliti maka disinilah peran metode pengumpulan dan data instrument penelitian.
Ketika peneliti sudah mengetahui apa tujuan dari penelitiannya dan apa yang ia teliti maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana memilih metode dan instrumen dalam penelitian yang ia lakukan. Dari penjelasan singkat kami mengenai skala pengukuran dan instrument penelitian kirannya dapat membantu para pembelajar agar tidak tabu lagi tentang bagai mana memilih instrument yang tepat untuk penelitiannya.
Saran
Kami menyadari bahwa makalah kami in sangat jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi kesempurnaan makalah kami kedepannya.
Akhir kata, tiada hal yang sempurna dari sajian kami, karena masih dalam peruses pembelajaran, dan harapan kami semoga ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Puji Syukur atas kehadirat Allah Swt yang telah memberikan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah metodologi Penelitian ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan atas junjungan umat yakni Rasulullah Muhammad Saw yang tiada jenuhnya mengajarkan kebaikan kepada umatnya.
Penulis sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam pembuatan makalah ini, serta dosen pembimbing pada mata kuliah ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat hendaknya bagi kita semua, terutama bagi penuls sendiri. Akhir kata penulis ucapkan termakasih.
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Daftar isi
Kata Pengantar
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.........................................................................................................4
Rumusan Masalah....................................................................................................4
Tujuan Masalah........................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
Skala Pengukururan dan instrumen penelitian
Jenis – jenis Skala pengukuran................................................................................5
Instrumen Penelitian ...............................................................................................9
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................................12
Saran.............................................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam menyikapi berbagai keilmuan, penelitian merupakan petunjuk utama penyelesain masalah. Awal dari sebuah penelitian adalah adanya sebuah problem (masalah). Masalah ilmu sosial dan ilmu pendidikan sangat kompleks, semenjak adanya dunia sampai sekarang tidak pernah lepas dari yang namanya masalah, untuk mencari solusi (jalan keluar) masalah, dengan demikian diperlukan penelitian secara logis, sistimatis, dan empiris, sebagai pencerahan untuk mengetahui kebenaran ilmiah.
Tahapan yang sangat penting dalam proses penelitian ilmiah adalah menyusun alat ukur (instrumen) penelitian sebagai pedoman untuk mengukur variabel- variabel penelitian. Alat ukur tersebut harus valid dan reliabel. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data penelitian.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja Jenis-Jenis skala pengukuran ?
2. Bagaimana penyusunan instrumen penelitian ?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Jenis-Jenis skala pengukuran
2. Untuk mengetahui penyusunan instrumen penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
JENIS – JENIS SKALA PENGUKURAN
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantatif.
Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menilai dan membi ukur.edakan sesuatu obyek yang d Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat ema, dibuat dengan Skala mg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg bila digunakan untuk mengukur, meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantitatif panjang dengan satuan mm.
Dari pengertian diatas dapat didefinisikan bahwa Skala pengukuran adalah suatu kegiatan untuk menentukan panjang pendeknya interval dalam alat ukur.
Jenis – Jenis Skala Pengukuran
Adapun Jenis- Jenis Skala Pengukuran yaitu sebagai berikut:
Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristk dengan karakteristik lainnya. Skala nominal memberikan suatu sistem kualitatif untuk mengkategorikan orang atau objek ke dalam kategori, kelas atau klasifikasi.
Contoh: jenis kelamin merupakan contoh skala nominal yang menandai seseorang, yakni laki-laki atau perempuan.
Adapun ciri-ciri dari skala nominal, yaitu:
a). Kategori data bersifat mutually exclusive (saling memisah).
b).Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis dan hasil perhitungan tidak ditemui bilangan pecahan, angka yang tertera hanya lebel semata. Tidak mempunyai ukuran baru, dan tidak mempunyai nol mutlak.
Contoh : Jenis Kulit : 1) Hitam, 2) Putih, 3) Kuning.
Angka 1,2,3 hanya sebagai label saja.
Skala Ordinal
Skala Ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. Skala nominal digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah ke tertinggi atau sebaliknya. Skala ini tidak memberikan nilai absolute terhadap objek, tetapi hanya memberikan urutan (rangking) saja.
Adapun ciri-ciri dari skala ordinal, yaitu:
a) Kategori data saling memisah.
b) Kategori data memiliki aturan yang logis.
c) Kategori data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
Contoh: urutan siswa di dalam kelas berdasarkan tinggi badan, mulai dari paling tinggi hinge rendah, siswa dengan badan tertinggi diberi urutan ke- 1, kemudian di bawahnya diberi urutan ke- 2 dan seterusnya.
Skala Interval
Skala Interval dapat memberikan informasi yang lebih dibandingkan dengan skala nominal dan skala ordinal. Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang dapat dipergunakan dalam operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistic parametric.
Contoh: Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan. Misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1, 3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.
Skala Rasio
Skala Rasio pada dasarnya, memiliki sifat seperti skala interval, tetapi skala ini memiliki nol mutlak yang dapat menunjukkan ketiadaan karakteristik yang diukur. Panjang, kecepatan dan berat merupakan contoh skala rasio. Melalui skala ini kita dapat menginterpretasikan perbandingan antar skor.
Contoh: a) tinggi pohon 20 m adalah dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pohon yang tingginya 10 m, kendaraan yang melaju dengan kecepatan 60 km/jam adalah dua kali lebih cepat dibanding kendaraan dengan kecepatan 30 km/ jam.
b) Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.
Selanjutnya ada Skala sikap, berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Pendidikan dan sosial antara lain adalah :
Skala Likert
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan prsepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena atau gejala sosial yang terjadi. Hal ini sudah sepesifik dijelaskann oleh peneliti. Yang selanjutnya disebut sebagai variable penelitian. Kemudian dijabarkan melalui dimensi-dimensi menjadi sub-variabel, kemudian menjadi indicator yang dapat dijadikan tolak ukur untuk menyusun item-item pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian. Instrumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk Cheklist ataupun pilihan ganda.
Skala guttuman
Skala guttaman menggunakan dua jawaban yang tegas dan konsisten, yaitu ya-tidak, postif-negatif, tinggi-rendah, yakin-tidak yakin, setuju-tidak setuju, dll.
Semantic defentrial
Skala differensial digunakan untuk mengatur sikap perbedaan simantik, responden untuk menjawab pernyataan dalam satu garis kontinum yang bertentangan yaitu positif negative. Data yang diperoleh biasanya data interval yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang atau kelompok (Iskandar, 2009:84) .
Skala ini berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub), seperti : panas-dingin, baik-buruk, dll. Karakteristik bipolar mempunyai tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek :
a) Potensi, yaitu kekuatan atau atraksi fisik satu objek
b) Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak.
c) Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan satu objek
d. Rating scale
Berdasarkan ketiga skala semua data yang diproleh adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Sedangkan rating scale adalah data mentah yang didapar berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam model rating scale responden tidak akan menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia, tapi menjawab dari jawaban kuantitatif, dengan demikian raing scale lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja.
Dari penjelasan diatas dapa kita simpulkan bahwa skala sikap digunakan hanya untuk mengukur sikap yang terdiri dari lima jenis yaitu skala likert, guttman, deferential, Scale.
INSTRUMEN PENELITIAN
Dalam penelitian bidang pendidikan, teknik pengumpulan data yang lazim adalah menggunakan intrumen. Dalam menjalankan penelitian data merupakan tujuan utama yang hendak dikumpulkan dengan menggunakan instrument. Instrumen penelitian adalah nafas dari penelitian. Menurut (Arikunto, 1995;177) ‘’instrumen penelitian adalah sesuatu yang penting dan strategis kedudukannya dalam pelaksanaan penelitian.’’
Keadaan-keadaan telah mendorong upaya-upaya pakar untuk membuat prosudur dan alata yang dapat digunakan guna mengungkap kenyataan-kenyataan (data) yang dapat diajdikan dasar dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu instrument penelitian menempeti kedudukan penting dalam sebuah penelitian, hal ini tidak lain karean keberhasilah sebuah penelitian dipengaruhi pula oleh instrument yang dipergunakan.
Kualitas data sangat menetukan kualitas penelitian. Kualitas data tergantung pada kualitas alat (instrumen) yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pada dasarnya terdapat dua kategori instrument yang digunakan dalam penelitian, yakni :
instrument digunakan untuk memproleh informasi atau data tentang keadaan objek atau proses yang diteliti.
Instrumen digunakan untuk mengontrol objek atau proses yang diteliti.
Data kondisi objek atau spesifikasi proses yang diukur dapat diulang dengan menggunakan dua instrument tersebut.
Dalam suatu penelitian kuantitatif (adanya jarak antara subjek dan objek) yang bersifat verifikasi hipotesis, instrument penelitian merupakan alat yang dipakai untuk menjembatani antara subjek dan objek (secara subtansial antara hal-hal teoritis dan empiris, antara konsep dan data).
Teknik pengumpulan data yang lazim digunakan adalah menggunakan adalah instrumen yang sempurna, wawancara, observasi, dokumentasi, sperti pada table di bawah ini.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa instrumen peneliyian sangat penting bagi sebuah penelitian, agar kita bisa mendapat data-data dari apa yang kita teliti. Selanjutnya ada beberapa hal untuk dapat menyusun instrumen.
Beberapa hal yang penting dalam menyusun istrumen
Menurut (Nana Sudjana), dalam penyusunan instrument penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Masalah dan variable yang diteliti termasuk indicator variable harus jelas sehingga dapat dengan mudah menetapkan jenis istrumrn yang digunakan.
Sumber data/ informasi, baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu, sebagai bahan dasar dalam menentukan isi, bahasa, sistimatika item dalam instrument penelitian.
Keterandalan dalam instrument itu sendiri sebagai alat pengumpulan data, objekvitas, dll.
Jenis data yang diharapkan dari pengguna instrumen harus jelas. Sehingga peneliti dapat menetukan gaya analisis dan pemecahan masalah penelitian.
Mudah dan praktis digunakan akan tetapi dapat menghasilkan data yang diperlukan.
a.Sarana instrument penelitian
Angket, angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan pada orang lain dengan tujuan agar orang yang diberi bersedia memberikan respon yang sesuai. Angket dibedakan menjadi tiga yaitu :
Angket terbuka, adalah angket yang disajikan dalam bentuk isian. Tentunya disertai dengan pertanyaan.
angket tertutup, adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana, yang mana responden tinggal membri tanda centang pada kolom yang disediakan terhadapa jawaban yang sesuai dengannya. Biasanya dalam bentuk multipelchoise.
Campuran, Disamping dari kedua ini ada combinasi dari dua jenis angket di atas.
b.Daftar cocok (Checlist)
Ini hampir sama dengan angket tertutp, karena hanya tinggal member tanda pada tes yang diberikan terhadap jawaban keadaan kita. Bedanya dengan angket, checklist dibuat sedikit lebih sederhana.
c.Skala
Skala menunjuk pada sebuah instrument pengumpul data yang bentuknya sperti daftar cocok tapi alternative yang disediakan merupakan sesuati yang berjenjang. Skala banyak digunakan untuk mengukur aspek-aspek kpribadian atau kejiwaan.
D.Jenis instrument penelitian
Tes. Yaitu suatu alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban, baik secara tertulis maupun lisan. Sehingga dapat mengetahui kemampuan individu yang bersangkutan.
Kuesioner. Instrument penelitian dalam bentuk pertanyaan yang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan pendapat, aspirasi, prespsi, keinginan, keyakinan, dll secara tertulis. Dan apabila dilakuakan dengan menggunakan lisan maka disebut wawancara. Untuk lebik baiknya ini digabungkan, antara liasan dan tilisan untuk memperkuat data.
Sekala. Merupakan alat untuk mengukur nilai/keyakinan, sikap dan hal-hal yang berkaitan dengan personological.
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa ada banyak cara untuk menyusun instrumen, namun kita bisa memilih instrumen yang mana yang cocok digunakan dalam penelitian kita.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam proses penelitian, tentu saja hal yang paling penting adalah apa yang diteliti. Maka ketika kita ingin mengumpulkan data dari apa yang kita teliti maka disinilah peran metode pengumpulan dan data instrument penelitian.
Ketika peneliti sudah mengetahui apa tujuan dari penelitiannya dan apa yang ia teliti maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana memilih metode dan instrumen dalam penelitian yang ia lakukan. Dari penjelasan singkat kami mengenai skala pengukuran dan instrument penelitian kirannya dapat membantu para pembelajar agar tidak tabu lagi tentang bagai mana memilih instrument yang tepat untuk penelitiannya.
Saran
Kami menyadari bahwa makalah kami in sangat jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi kesempurnaan makalah kami kedepannya.
Akhir kata, tiada hal yang sempurna dari sajian kami, karena masih dalam peruses pembelajaran, dan harapan kami semoga ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Komentar
Posting Komentar