Laporan Hasil Diskusi pengembangan Evaluasi PAI-Rabu, 3 Juni 2020









Dosen Pembimbing: Bapak Dr. Hadeli, MA, M.Pd
Moderator: Zainal Masri, 1920010030
Pemakalah: Rahmad Hidayat, dan Febri Malfi
Topik: Teknik-Teknik Penilaian Otentik


Hasil Diskusi,
Penanya :
1. Yetya: Saya ingin bertanya kepada pemakalah. Apa saja langkah-langkah dalam penilaian otentik? Dan tolong berikan contoh dari penilaian otentik

Jawaban:
Febri menjelaskan, Yang perlu diketahui mengenai penilaian otentik ini adalah sebuah penilaian yg menyeluruh dan berkelanjutan, serta melihat pada suatu proses, bukan hanya hasil ujian saja.. Dalam penilaian otentik ada 3 aspek yg dinilai, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.. Langkah dalam penilaian sikap adalah melihat dari sikapnya sehari2, bagaimana interaksinya dengan guru, teman sejawat, maupun lingkungannya.. Sedangkan dalam penilaian pengetahuan, langkahnya adalah dengan tes, bisa lisan maupun tulisan.. Kemudian dalam keterampilan langkahnya adalah melihat bagaimana pesdik tersebut terampil dalam mengaplikasikan nilai pengetahuan dalam kehidupannya, bisa juga nilai keterampilan ini dilihat dari bentuk proyek yg berbentuk seni..
Kemudian mengenai contoh penilaian otentik, setiap sekolah atau satuan yg memakai kurikulum 2013, sudah pasti menerapkan penilaian otentik, jadi contohnya adalah sebuah proses yang menerapkan kurikulum 2013, tidak bisa kita katakan contoh penilaian otentik ini adalah sebuah ujian lisan maupun tulisan, karena penilaian otentik ini adalah menyeluruh, dilihat dari proses, bukan dari ujian saja
Terimakasih.
2. Hambali: Bagaimana di sekolah2 bisa mengimplementasikan penilaian otentik ini, sedangkan disekolah2 tersebut banyak guru yang tidak paham mengenai penilaian otentik,, yang ingin saya tanyakan Bagaimana solusi agar guru-guru paham dan dapat Mengimplementasikn penilaian otentik ini di sekolah2..

Jawaban:
Febri menjawab, Ini merupakan suatu problem, banyak sekolah yg sudah menerapkan kurikulum 2013, tapi belum paham mengenai penilaian otentik.. Solusinya adalah, misalnya sekolah melalui wadah mgmp atau kkg nya masing2 mengadakan pelatihan2 atau lokakarya mengenai penilaian otentik ini, dengan mengundang pembicara2 yg handal dalam bidang pendidikan

3. Afrizal: Ingin bertanya kepada pemakalah pertama tentang yang harus diperhatikan dalam penilaian otentik ini kemudian bagaimana indikator dalam penilaian otentik tersebut?

Jawaban: 
Rahmat: tentang ibdikator penilaian otentuk
Yang mana dalam kurikulum yang dipakai sekarang, kurikulum 2013, dalam penilaian otentik ini yang dinilai yaitu sikap, keterampilan dan pengetahuan yang mana ketiganya memiliki teknik-teknik dalam penilaiannya, seperti halnya kita ingin mengetahui keterampilan peserta didik, kita lakukan dwngan teknik proyek. Peserta didik mengidentifikasi dan menyelesaikan tugas yang kita berikan. Dari situ kita bisa menilai salah satunya keterampilan peserta ddik

Sedangkan Febri menjelaskan:
Yg harus diperhatikan dalam penilaian otentik ini adalah, suatu penilaian yg menyeluruh, melihat dari keseharian dan proses pesdik, bukan dari hasil ujian semata.. Indikator dari penilaian otentik ada 3, seperti yg pemakalah paparkan di atas, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.. Masing2 aspek ini juga punya indikator sendiri.. Dalam sikap, indikatornya adalah sikap sosial, religius, disiplin, bertanggung jawab, dll.. Kemudian dalam pengetahuan indikatornya adalah ulangan harian, tes lisan maupun tulisan.. Selanjutnya keterampilan adalah keaktifan siswa tersebut dalam pembelajaran, bisa juga melalui pemberian tugas kaligrafi, menganyam, dll.

Tanggapan dari Afrizal ,
dalam penilaian otentik ini karna disana ada 3 indikator yg dinilai yaitu kognitif, afektif dan psikomotor yg menjadi pertanyaan bagaimana cara mengukur keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran karna terkadang mereka menguasai kognitif akan tetapi dalam afektif dan psikomotor mereka bermasalah atau mungkin sebaliknya, mohon penjelasannya pemakalah

Febri menjelaskan apa yang ditanggapi oleh Afrizal:
Ya, Memang kenyataannya banyak seperti itu bg, banyak pesdik yg cakap dalam 1 aspek saja, tapi 2 aspek lagi lemah.. Dalam fenomena seperti tentunya anak tersebut belum memenuhi kriteria penilaian otentik yg menyeluruh pada 3 aspek.. Tetapi, kalau melihat dari titik tolak dari k13 yg menekankan pada karakter, apabila anak tersebut hanya memenuhi kriteria aspek sikap saja, namun agak lemah dari sisi pengetahuan, maka anak ini bisa dipertimbangkan kenaikan kelas atau kelulusannya.(*)

Itulah Hasil diskusi yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Dosen pembimbing, mohon maaf kalau ada kurangnya. harapan, tentunya, semoga  bertambah ilmu dan wawasan kami Pak..  امين

Assalamualaikum. WrWb. 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK PENGUJIAN RELIABILITAS TES HASIL BELAJAR

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS MAKALAH